Serial Tokoh Pendidikan: Paulo Freire

Pemaparan perihal pemikiran Paulo Friere oleh Dr. Fahruddin Faiz, MA ini terdiri dari tujuh bab berikut.
1. Paulo Friere (2)
2. Paulo Friere (3)
3. Paulo Friere (4)
4. Paulo Friere (5) 
5. Paulo Friere (6)
7. Paulo Friere (7)

Biografi Paulo Freire
Paulo Freire (lahir di Recife, Brasil, 19 September 1921 – meninggal di São Paulo, Brasil, 2 Mei 1997 pada umur 75 tahun) yakni seorang tokoh pendidikan Brasil dan teoretikus pendidikan yang kuat di dunia.

Kehidupan

Freire dilahirkan dalam keluarga kelas menengah di Recife, Brasil. Namun ia mengalami eksklusif kemiskinan dan kelaparan pada masa Depresi Besar 1929, suatu pengalaman yang membentuk keprihatinannya terhadap kaum miskin dan ikut membangun pandangan dunia pendidikannya yang khas.


Freire mulai mencar ilmu di Universitas Recife pada 1943, sebagai seorang mahasiswa hukum, tetapi ia juga mencar ilmu filsafat dan psikologi bahasa. Meskipun ia lulus sebagai jago hukum, ia tidak pernah benar-benar berpraktik dalam bidang tersebut. Sebaliknya, ia bekerja sebagai seorang guru di sekolah-sekolah menengah, mengajar bahasa Portugis. Pada 1944 ia menikah dengan Elza Maia Costa de Oliveira, seorang rekan gurunya. Mereka berdua bekerja bersama selama hidupnya sementara istrinya juga membesarkan kelima anak mereka.

Pada 1946, Freire diangkat menjadi Direktur Departemen Pendidikand an Kebudayaan dari Dinas Sosial di Negara bab Pernambuco (yang ibu kotanya yakni Recife). Selama bekerja itu, terutama ketika bekerja di antara orang-orang miskin yang buta huruf, Freire mulai merangkul bentuk pengajaran yang non-ortodoks yang belakangan dianggap sebagai teologi pembebasan (Dalam masalah Freire, ini merupakan gabungan Marxisme dengan agama Kristen). Perlu dicatat bahwa di Brasil pada dikala itu, melek aksara merupakan syarat untuk ikut menentukan dalam pemilu.

Pada 1961, ia diangkat sebagai eksekutif dari departemen Perluasan Budaya dari Universitas Recife, dan pada 1962 ia mendapat kesempatan pertama untuk menerapkan secara luas teori-teorinya, ketika 300 orang buruh kebun tebu diajar untuk membaca dan menulis hanya dalam 45 hari. Sebagai tanggapan terhadap eksperimen ini, pemerintah Brasil menyetujui dibentuknya ribuan bundar budaya di seluruh negeri.


Pada 1964, sebuah perebutan kekuasaan militer mengakhiri upaya itu, dan menjadikan Freire dipenjarakan selama 70 hari atas tuduhan menjadi pengkhianat. Setelah mengasingkan diri untuk waktu singkat di Bolivia, Freire bekerja di Chili selama lima tahun untuk Gerakan Pembaruan Agraria Demokratis Kristen. Pada 1967, Freire menerbitkan bukunya yang pertama, Pendidikan sebagai Praktik Pembebasan.

Buku ini disambut dengan baik, dan Freire ditawari jabatan sebagai profesor tamu di Harvard pada 1969. Tahun sebelumnya, ia menulis bukunya yang paling terkenal, Pendidikan Kaum Tertindas (Pedagogy of the Oppressed), yang diterbitkan dalam bahasa Spanyol dan Inggris pada 1970. Buku itu gres diterbitkan di Brasil pada 1974 (karena perseteruan politik antara serangkaian pemerintahan diktatur militer yang absolut dengan Freire yang Nasrani sosialis ketika Jenderal Ernesto Geisel mengambil alih kekuasaan di Brasil dan memulai proses liberalisasi.

Setelah setahun di Cambridge, Freire pindah ke Jenewa, Swiss untuk bekerja sebagai penasihat pendidikan khusus di Dewan Gereja-gereja se-Dunia. Pada masa itu Freire bertindak sebagai penasihat untuk pembaruan pendidikan di bekas koloni-koloni Portugis di Afrika, khususnya Guinea Bissau dan Mozambik.

Pada 1979, ia sanggup kembali ke Brasil, dan pindah kembali ke sana pada 1980. Freire bergabung dengan Partai Buruh (Brasil (PT) di kota São Paulo, dan bertindak sebagai penyelia untuk proyek melek aksara pintar balig cukup akal dari 1980 sampai 1986. Ketika PT menang dalam pemilu-pemilu munisipal pada 1986, Freire diangkat menjadi Sekretaris Pendidikan untuk São Paulo.


Pada 1986, istrinya Elza meninggal dunia, dan Freire menikahi Maria Araújo Freire, yang melanjutkan dengan pekerjaan pendidikannya sendiri yang radikal.

Pada 1991, didirikanlah Institut Paulo Freire di São Paulo untuk memperluas dan menguraikan teori-teorinya perihal pendidikan rakyat. Institut ini menyimpan semua arsip Freire.

Freire meninggal dunia alasannya serangan jantung pada 2 Mei 1997.

Penghargaan
- Penghargaan Raja Baudouin (Belgia) untuk Pembangunan Internasional
- Penghargaan bagi Pendidik Nasrani Terkemuka bersama istrinya, Elza
- Penghargaan UNESCO 1986 untuk Pendidikan untuk Perdamaian

Sumbangan teoretis
Paulo Freire menyumbangkan filsafat pendidikan yang tiba bukan hanya dari pendekatan yang klasik dari Plato, tetapi juga dari para pemikir Marxis dan anti kolonialis. Malah, dalam banyak cara , bukunya Pendidikan Kaum Tertindas sanggup dibaca sebagai ekspansi dari atau balasan terhadap buku Frantz Fanon, The Wretched of the Earth, yang memperlihatkan pengutamaan yang kuat perihal perlunya memperlihatkan penduduk pribumi pendidikan yang gres dan modern (jadi bukan yang tradisional) dan anti kolonial (artinya, bukan semata-mata ekspansi budaya para kolonis).

Sumber
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lihat Juga
1. Biografi Psikolog
2. Teori Psikologi
3. Teori Pembelajaran 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel