Kelompok Sosial Dengan Solidaritas Mekanis Dan Solidaritas Organis
Perubahan di dalam pembagian kerja mempunyai implikasi-implikasi yang sangat besar bagi struktur masyarakat. Durkheim*, paling tertarik pada cara yang berubah yang menghasilkan solidaritas sosial, dengan kata lain, cara yang berubah yang mempersatukan masyarakat dan bagaimana para anggotanya melihat dirinya sebagai bab dari suatu keseluruhan. Untuk menangkap perbedaan tersebut, Durkheim* mengacu kepada dua tipe solidaritas—mekanis dan organik.
Emile Durkheim* membagi dua tipe kelompok sosial dalam masyarakat, yaitu tipe kelompok sosial yang didasarkan pada solidaritas mekanik dan yang didasarkan pada solidaritas organik.
1. Solidaritas mekanik
Solidaritas mekanik merupakan ciri dari masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. Tiap-tiap kelompok sanggup memenuhi keperluan mereka masing-masing tanpa memerlukan derma atau kolaborasi dengan kelompok luar. Dalam masyarakat yang menganut solidaritas mekanik, yang diutamakan yaitu persamaan sikap dan sikap. Seluruh warga masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif, yaitu kesadaran bersama yang mempunyai tiga karakteristik, yaitu meliputi seluruh kepercayaan dan perasaan kelompok, ada di luar warga, dan bersifat memaksa. Sanksi terhadap pelanggaran kesadaran bersama akan dikenai eksekusi yang bersifat represif (hukuman pidana). Kesadaran bersama itu menjaga persatuan, sedangkan eksekusi bertujuan supaya kondisi tidak seimbang akhir sikap menyimpang sanggup pulih kembali.
Durkheim berargumen bahwa masyarakat-masyarakat primitif mempunyai nurani kolektif yang lebih kuat, yakni pengertian-pengertian, norma-norma, dan kepercayaan-kepercayaan yang lebih banyak dianut bersama. Di dalam suatu masyarakat yang dicirikan oleh solidaritas mekanis, nurani kolektif bergotong-royong meliputi seluruh masyarakat dan segenap anggotanya; ia dipercaya dengan intensitas yang besar; ia sangat kaku; dan isinya sangat bersifat agamis. Suatu masyarakat yang dicirikan oleh solidaritas mekanis bersatu alasannya semua orang yaitu generalis. Ikatan di antara orang-orang itu ialah alasannya mereka semua terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang seakan-akan dan mempunyai tanggung jawab tanggung jawab yang mirip.
2. Solidaritas organik
Solidaritas organik merupakan bentuk solidaritas yang telah mengenal pembagian kerja. Bentuk solidaritas ini bersifat mengikat sehingga unsur-unsur di dalam masyarakat tersebut saling bergantung. Karena adanya kesalingtergantungan ini, ketiadaan salah satu unsur akan menyebabkan gangguan pada kelangsungan hidup masyarakat. Suatu masyarakat yang dicirikan oleh solidaritas organik dipersatukan oleh perbedaan-perbedaan di antara orang-orang, oleh fakta bahwa semuanya mempunyai tugas-tugas dan tanggung jawab yang berbeda.
Karena orang-orang di dalam masyarakat modern melakukan sederet kiprah yang relatif sempit, mereka membutuhkan banyak orang lain supaya sanggup bertahan hidup. Keluarga primitif dikepalai oleh ayah pemburu dan ibu pengumpul makanan yang nyaris swasembada, tetapi keluarga modern membutuhkan grosir, pemanggang roti, tukang jagal, otomekanik, guru, polisi, dan seterusnya. Sebaliknya, orang-orang tersebut memerlukan banyak sekali jenis pelayanan yang disediakan orang lain supaya sanggup hidup di dunia modern. Oleh alasannya itu, masyarakat modern di dalam pandangan Durkheim* dipersatukan oleh spesialisasi orang-orang dan kebutuhan mereka untuk layanan-layanan dari banyak orang lain. Spesialisasi itu tidak hanya meliputi para individu, tetapi juga kelompok-kelompok, struktur-struktur, dan lembaga-lembaga.
Nurani kolektif jauh kurang berarti dalam masyarakat dengan solidaritas organik daripada dalam masyarakat mekanik. Manusia dalam masyarakat modern lebih mungkin dipertahankan bersama dengan pembagian kerja dan kebutuhan yang dihasilkan sebagai fungsi yang dilakukan oleh orang lain, bahkan mereka sendiri melalui nurani kolektif bersama yang kuat. Namun demikian, masyarakat-masyarakat organik pun mempunyai suatu nurani kolektif, meskipun dalam bentuk yang lebih lemah yang memungkinkan perbedaan-perbedaan individual yang lebih banyak.
Pada masyarakat dengan solidaritas organik, nurani kolektif terbatas pada kelompok-kelompok khusus; ia dipatuhi dengan intensitas yang kurang; ia tidak begitu kaku; dan isinya yaitu peninggian arti penting individu bagi fatwa moral. Pada masyarakat dengan solidaritas organik, ikatan utama yang mempersatukan masyarakat bukan lagi kesadaran kolektif, melainkan akad yang terjalin di antara banyak sekali profesi. Hukum yang menonjol bukan aturan pidana, melainkan ikatan aturan perdata. Sanksi terhadap pelanggaran akad kesepakatan bersama bersifat restitutif. Artinya, si pelanggar harus membayar ganti rugi kepada yang dirugikan untuk mengembalikan keseimbangan yang telah ia langgar.
Dari Berbagai Sumber Referensi
Download
[Video] Kelompok Solidaritas Mekanis dan Solidaritas Organis (Youtube Chanel. https://youtu.be/FGb0r1KcBQQ )
Lihat Juga
Materi Pengayaan Sosiologi. Kelompok Sosial di Masyarakat
Materi Sosiologi Sekolah Menengan Atas Kurikulum Revisi
Semester 1
Bab 1. Kelompok Sosial di Masyarakat
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.1 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.2 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)(Lanjutan)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.3 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)(Lanjutan)
Emile Durkheim* membagi dua tipe kelompok sosial dalam masyarakat, yaitu tipe kelompok sosial yang didasarkan pada solidaritas mekanik dan yang didasarkan pada solidaritas organik.
1. Solidaritas mekanik
Solidaritas mekanik merupakan ciri dari masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. Tiap-tiap kelompok sanggup memenuhi keperluan mereka masing-masing tanpa memerlukan derma atau kolaborasi dengan kelompok luar. Dalam masyarakat yang menganut solidaritas mekanik, yang diutamakan yaitu persamaan sikap dan sikap. Seluruh warga masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif, yaitu kesadaran bersama yang mempunyai tiga karakteristik, yaitu meliputi seluruh kepercayaan dan perasaan kelompok, ada di luar warga, dan bersifat memaksa. Sanksi terhadap pelanggaran kesadaran bersama akan dikenai eksekusi yang bersifat represif (hukuman pidana). Kesadaran bersama itu menjaga persatuan, sedangkan eksekusi bertujuan supaya kondisi tidak seimbang akhir sikap menyimpang sanggup pulih kembali.
Durkheim berargumen bahwa masyarakat-masyarakat primitif mempunyai nurani kolektif yang lebih kuat, yakni pengertian-pengertian, norma-norma, dan kepercayaan-kepercayaan yang lebih banyak dianut bersama. Di dalam suatu masyarakat yang dicirikan oleh solidaritas mekanis, nurani kolektif bergotong-royong meliputi seluruh masyarakat dan segenap anggotanya; ia dipercaya dengan intensitas yang besar; ia sangat kaku; dan isinya sangat bersifat agamis. Suatu masyarakat yang dicirikan oleh solidaritas mekanis bersatu alasannya semua orang yaitu generalis. Ikatan di antara orang-orang itu ialah alasannya mereka semua terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang seakan-akan dan mempunyai tanggung jawab tanggung jawab yang mirip.
2. Solidaritas organik
Solidaritas organik merupakan bentuk solidaritas yang telah mengenal pembagian kerja. Bentuk solidaritas ini bersifat mengikat sehingga unsur-unsur di dalam masyarakat tersebut saling bergantung. Karena adanya kesalingtergantungan ini, ketiadaan salah satu unsur akan menyebabkan gangguan pada kelangsungan hidup masyarakat. Suatu masyarakat yang dicirikan oleh solidaritas organik dipersatukan oleh perbedaan-perbedaan di antara orang-orang, oleh fakta bahwa semuanya mempunyai tugas-tugas dan tanggung jawab yang berbeda.
Karena orang-orang di dalam masyarakat modern melakukan sederet kiprah yang relatif sempit, mereka membutuhkan banyak orang lain supaya sanggup bertahan hidup. Keluarga primitif dikepalai oleh ayah pemburu dan ibu pengumpul makanan yang nyaris swasembada, tetapi keluarga modern membutuhkan grosir, pemanggang roti, tukang jagal, otomekanik, guru, polisi, dan seterusnya. Sebaliknya, orang-orang tersebut memerlukan banyak sekali jenis pelayanan yang disediakan orang lain supaya sanggup hidup di dunia modern. Oleh alasannya itu, masyarakat modern di dalam pandangan Durkheim* dipersatukan oleh spesialisasi orang-orang dan kebutuhan mereka untuk layanan-layanan dari banyak orang lain. Spesialisasi itu tidak hanya meliputi para individu, tetapi juga kelompok-kelompok, struktur-struktur, dan lembaga-lembaga.
Nurani kolektif jauh kurang berarti dalam masyarakat dengan solidaritas organik daripada dalam masyarakat mekanik. Manusia dalam masyarakat modern lebih mungkin dipertahankan bersama dengan pembagian kerja dan kebutuhan yang dihasilkan sebagai fungsi yang dilakukan oleh orang lain, bahkan mereka sendiri melalui nurani kolektif bersama yang kuat. Namun demikian, masyarakat-masyarakat organik pun mempunyai suatu nurani kolektif, meskipun dalam bentuk yang lebih lemah yang memungkinkan perbedaan-perbedaan individual yang lebih banyak.
Pada masyarakat dengan solidaritas organik, nurani kolektif terbatas pada kelompok-kelompok khusus; ia dipatuhi dengan intensitas yang kurang; ia tidak begitu kaku; dan isinya yaitu peninggian arti penting individu bagi fatwa moral. Pada masyarakat dengan solidaritas organik, ikatan utama yang mempersatukan masyarakat bukan lagi kesadaran kolektif, melainkan akad yang terjalin di antara banyak sekali profesi. Hukum yang menonjol bukan aturan pidana, melainkan ikatan aturan perdata. Sanksi terhadap pelanggaran akad kesepakatan bersama bersifat restitutif. Artinya, si pelanggar harus membayar ganti rugi kepada yang dirugikan untuk mengembalikan keseimbangan yang telah ia langgar.
Dari Berbagai Sumber Referensi
Download
[Video] Kelompok Solidaritas Mekanis dan Solidaritas Organis (Youtube Chanel. https://youtu.be/FGb0r1KcBQQ )
Lihat Juga
Materi Pengayaan Sosiologi. Kelompok Sosial di Masyarakat
Materi Sosiologi Sekolah Menengan Atas Kurikulum Revisi
Semester 1
Bab 1. Kelompok Sosial di Masyarakat
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.1 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.2 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)(Lanjutan)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.3 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)(Lanjutan)