Metode Penyelesaian Problem (Problem Solving)

Metode problem solving sangat potensial untuk melatih penerima didik berpikir kreatif dalam menghadapi aneka macam perkara baik itu perkara eksklusif maupun perkara kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Peserta didik mencar ilmu sendiri untuk mengidentifikasi penyebab perkara dan alternatif untuk memecahkan masalahnya. Tugas guru dalam metode problem solving yaitu menawarkan perkara atau perkara kepada penerima didik untuk dipecahkan.

Langkah-langkah pembelajaran problem solving untuk penerima didik yang belum bisa berpikir tingkat tingkat tinggi sanggup dirancang sebagai berikut.
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
2. Guru menawarkan permasalahan yang perlu dicari solusinya
3. Guru menjelaskan mekanisme pemecahan perkara yang benar
4. Peserta didik mencari literatur yang mendukung untuk menuntaskan permasalahan yang diberikan guru
5. Peserta didik tetapkan beberapa solusi yang sanggup diambil untuk menuntaskan permasalahan
6. Peserta didik melaporkan kiprah yang diberikan guru

Pembelajaran penyelesaian perkara (problem solving) untuk penerima didik tingkat SMP, Sekolah Menengan Atas atau sekolah tinggi tinggi sebaiknya tidak diberikan bimbingan yang rinci oleh guru. Guru menghadapkan penerima didik pada perkara yang harus diselesaikan baik perkara individu maupun perkara kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara gotong royong untuk mencapai tujuan pembelajaran. Orientasi pembelajaran yaitu pemeriksaan dan inovasi menurut problem solving. Peserta didik harus melaksanakan penyelidikan untuk mencari penyelesaian masalah: menganalisis dan mendefinisikan masalah, berbagi hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis data, dan merumuskan kesimpulan.


Tahapan pembelajaran problem solving
Prosedur pembelajaran problem solving untuk penerima didik yang bisa berpikir kritis, produktif, dan kreatif adalah:
1. Menyajikan permasalahan
2. Mengidentifikasi permasalahan
3. Mencari alternatif penyelesaian masalah
4. Menilai setiap alternatif penyelesaian masalah
5. Menarik kesimpulan



Sumber
Sani, Ridwan Abdullah. 2015. Inovasi Pembelajaran. Bumi Aksara. Jakarta


Download

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel